By: Satoshi Ajinomoto
TANAHAIRNEWS.COM//JAKARTA – Dalam dunia kripto, nama Bobby The Cat ($BTc) mendadak jadi buah bibir. Dalam waktu hanya dua jam, token ini ludes terjual dalam private sale sebanyak 100 SOL, sebuah capaian luar biasa untuk token lokal. Namun di balik kesuksesan ini, ada sosok yang tak banyak dikenal publik, tetapi kini mulai menarik perhatian — Kemas Fadli Safari, developer dari BTc.
Menariknya, sebuah potongan video yang kini beredar menunjukkan Kemas Fadli berada dalam lingkaran istana negara, tepatnya dalam sebuah acara kenegaraan. Mengenakan setelan jas dan peci khas pejabat tinggi, ia tampak berdiri tak jauh dari para menteri Kabinet Kerja saat itu. Tidak sedikit yang menduga, ia bukan orang sembarangan.
Sinyal Dukungan Negara?
Bukan kebetulan bahwa proyek utama dari BTc adalah charity “Makan Bergizi Gratis” (MBG) — sebuah program yang sangat selaras dengan agenda prioritas Presiden RI, yang dalam pidato-pidatonya menekankan pentingnya asupan gizi untuk anak-anak Indonesia. Apakah ini sekadar kebetulan, atau memang ada benang merah antara proyek kripto ini dan kepentingan nasional?.
Kemas Fadli tidak banyak muncul di media. Tapi satu hal yang pasti: ia bukan developer anonim seperti tipikal proyek kripto lainnya. Justru sebaliknya — ia muncul di hadapan publik, memiliki rekam jejak, dan kini diam-diam memimpin token BTc yang mengusung nama “Bobby”, nama kucing kesayangan Presiden RI ke-8.
Strategi Gila: Burning Token dari Konglomerat
Namun bukan hanya asal-usulnya yang membuat BTc menarik. Yang membuat pasar berspekulasi adalah strategi “Burning Event” yang dirancang oleh tim BTc. Dalam skema ini, para konglomerat, tokoh elit, bahkan “petinggi-petinggi negeri” yang mendukung program MBG, akan membeli token dalam jumlah besar untuk kemudian dibakar. Artinya, suplai berkurang drastis — harga BTc bisa terbang x1000, sementara charity wallet yang tersisa justru naik nilainya karena kelangkaan token.
Dalam istilah ekonomi kripto, ini seperti reverse dumping. Bukan jual besar-besaran yang membuat harga jatuh, tapi justru donasi besar-besaran yang dibakar — yang membuat harga terbang.
Bayangkan jika hanya satu dari lima taipan besar negeri ini ikut membeli dan membakar token BTc sebagai bagian dari dukungan MBG. Efek psikologisnya ke pasar luar biasa. BTc bisa menjadi satu-satunya token lokal dengan dukungan moral, sosial, dan mungkin politik.
Narasi yang Terbangun: “Kripto Indonesia yang Resmi tapi Tidak Resmi”
Publik pun mulai membaca narasi ini: Bobby The Cat bukan sekadar meme token. Ia dibangun oleh orang istana, mengusung misi charity nasional, dan menggunakan mekanisme tokenomik canggih yang tak hanya menguntungkan holder tapi juga menjadikan charity sebagai motor utama penggerak harga.
Satu pertanyaan yang kini menggema di grup-grup kripto lokal:
Apakah $Btc akan jadi token pertama yang “diblackbox” pemerintah dan didorong sebagai kripto nasional?
Jawabannya mungkin belum pasti. Tapi sinyal-sinyalnya semakin kuat.(***)





