
TANAHAIRNEWS.COM//LEMBANG – Sebanyak 245 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Talenta Juara Bandung melaksanakan kunjungan studi lapangan inspiratif ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (16/9/2025).
Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat regenerasi petani, dengan fokus pada integrasi ilmu pengetahuan akademis dan praktik agribisnis modern di lapangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara konsisten menegaskan peran vital generasi muda sebagai tulang punggung swasembada pangan.
“Untuk mencapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak,” ujar Menteri Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menyampaikan pentingnya regenerasi petani dari kalangan muda.
“Pertanian harus didukung kalangan millennial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.
Dalam kunjungan, rombongan siswa dibagi untuk mengikuti tiga sesi praktik utama. Sesi pertama mengajarkan keterampilan mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual, yaitu melalui praktik pembuatan es krim jagung manis. Sesi kedua memperkenalkan budidaya tanaman hias, meliputi teknik perbanyakan dan perawatannya.
Sesi pamungkas membawa siswa langsung ke lahan hidroponik BBPP Lembang, di mana mereka belajar secara menyeluruh proses budidaya tanpa tanah, mulai dari penyiapan media tanam hingga manajemen nutrisi air yang efisien.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme siswa.
“Kunjungan dari adik-adik SMP Juara Bandung ini adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Menarik minat generasi muda tidaklah cukup, mereka harus dibekali dengan keahlian inovatif,” jelasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Juara Bandung, Nunung Nurohmah, menyoroti keterkaitan materi.
“Ini sangat relevan dengan pelajaran IPA. Pelajaran IPA, dan juga IPS, memiliki kaitan erat dengan pengenalan potensi sumber daya alam yang baru saja kami pelajari,” kata Nunung. (RIS/MIR)





