
TANAHAIRNEWS.COM, Tanggerang— Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mendorong penguatan kelembagaan untuk meningkatkan kapasitas organisasi sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Selasa (15/9/2026).
Audiensi yang diterima Sekretaris Daerah Provinsi Banten tersebut menjadi bagian dari langkah PEPI membangun sinergi sekaligus memperoleh dukungan pemerintah daerah terhadap proses pengembangan kelembagaan institusi.
Direktur PEPI Harmanto hadir bersama jajaran PEPI, didampingi Wakil Direktur I dan Kepala Subbagian Umum. Dalam pertemuan tersebut, PEPI menyampaikan arah dan kebutuhan penguatan kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai perguruan tinggi vokasi di bidang enjiniring pertanian.
Salah satu agenda yang dibahas adalah usulan peningkatan eselonisasi kelembagaan PEPI dari Eselon III menjadi Eselon II. Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi, tata kelola, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi PEPI.
Penguatan kelembagaan menjadi penting seiring dengan kebutuhan sektor pertanian terhadap sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi dan keterampilan teknis. Pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab perkembangan pertanian modern.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan SDM sebagai bagian dari pembangunan pertanian nasional. Pendidikan dan pelatihan menjadi instrumen penting untuk menyiapkan generasi muda dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Polbangtan dan PEPI diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, mampu menerapkan inovasi dan teknologi, serta dapat menjadi bagian dari penggerak pembangunan pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menekankan bahwa pembinaan generasi muda pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain kemampuan akademik dan keterampilan teknis, mahasiswa perlu dibekali karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menjadi penggerak pembangunan pertanian.
Baca Juga: Dukung Unismuh Bangun Usaha dari Sektor Pertanian, Mentan Amran: Manfaatkan Lahan Produktif
Siapkan SDM Enjiniring Pertanian
Direktur PEPI Harmanto menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan dibutuhkan agar PEPI dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih optimal, khususnya dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi di bidang enjiniring pertanian.
Menurutnya, kebutuhan sektor pertanian terhadap SDM yang menguasai teknologi terus berkembang. Karena itu, PEPI perlu memperkuat kapasitasnya dalam menyiapkan lulusan yang memahami alat dan mesin pertanian, mekanisasi, otomasi, teknologi, serta berbagai inovasi yang mendukung modernisasi pertanian.
Penguatan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek organisasi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi.
Kelembagaan yang kuat akan memberikan ruang bagi institusi untuk meningkatkan tata kelola, memperkuat koordinasi, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa.
Dalam proses pengajuan perubahan kelembagaan, dukungan dan rekomendasi Pemerintah Provinsi Banten menjadi salah satu dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara PEPI dan Pemerintah Provinsi Banten. Sinergi tersebut diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam aspek kelembagaan, tetapi juga dalam pengembangan SDM dan dukungan terhadap pembangunan pertanian di daerah.
Penguatan kelembagaan PEPI sejalan dengan kebutuhan pembangunan pertanian yang semakin menuntut penguasaan teknologi, inovasi, mekanisasi, dan otomasi. Perubahan tersebut membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan teknologi secara nyata di lapangan.
Dengan kelembagaan yang semakin kuat, PEPI diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pendidikan vokasi dan merespons kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta perkembangan teknologi pertanian.
Pada akhirnya, penguatan kelembagaan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi pertanian. Melalui organisasi yang lebih efektif dan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan sektor pertanian, PEPI berkomitmen menyiapkan SDM enjiniring pertanian yang kompeten, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung modernisasi pertanian, hilirisasi, regenerasi SDM, serta pembangunan pertanian berkelanjutan.(*)






