
Oleh: Dr. Wawan Gunawan, S,Sn.,MM
TANAHAIRNEWS.COM, KOTA BEKASI — Pelantikan Ketua dan Pengurus Rukun Warga (RW) 18 Wisma Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan di tingkat lingkungan. Momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat persaudaraan, merawat kerukunan, meningkatkan kualitas kehidupan sosial, serta membangun lingkungan permukiman yang lebih tertata, bersih, indah, ramah, religius, dan berbudaya.
Semangat tersebut akan dihadirkan melalui kegiatan “PESONA HARMONY SPIRIT NUSANTARA 18 — Solid-Speed-Smart”, yang diselenggarakan sebagai pengabdian masyarakat dalam rangka Pelantikan Ketua dan Pengurus RW 18 Periode 2026–2031 pada Jumat, 23 Oktober 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Serba Guna RW 18, Wisma Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Mengusung semangat kerukunan dalam keberagaman, kebudayaan sebagai perekat persaudaraan, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan warga dalam ruang kebersamaan yang positif. Pelantikan kepengurusan menjadi titik awal konsolidasi sosial sekaligus penegasan komitmen bersama untuk menjadikan RW sebagai ruang hidup yang aman, nyaman, harmonis, dan membanggakan.
BUDAYA BUKAN SEKADAR PERTUNJUKAN, MELAINKAN KEKUATAN PEMERSATU WARGA
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin kompleks, penguatan hubungan sosial di tingkat lingkungan menjadi kebutuhan mendasar. Perbedaan latar belakang, profesi, generasi, dan pandangan harus dikelola menjadi kekuatan bersama, bukan sumber jarak di antara warga.
Dalam konteks tersebut, kebudayaan memiliki peran strategis. Seni, tradisi, dan ekspresi budaya dapat menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, sarana pendidikan karakter, media komunikasi sosial, sekaligus wahana memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Melalui Pesona Harmony Spirit Nusantara 18, warga diajak memahami bahwa pembangunan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan fisik. Lingkungan yang maju juga membutuhkan modal sosial yang kuat, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, serta kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan keindahan.
Budaya dalam kegiatan ini ditempatkan sebagai instrumen pembangunan masyarakat. Pertunjukan seni menjadi pintu masuk untuk membangun dialog, mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa, serta memperkuat hubungan antara warga, pengurus lingkungan, dan pemerintah setempat.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan satu malam, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
PELANTIKAN PENGURUS RW: AWAL KONSOLIDASI DAN AKSI NYATA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN
Pelantikan Ketua dan Pengurus RW 18 Periode 2026–2031 merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang partisipatif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan warga.
Kepemimpinan di tingkat RW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, mulai dari pembangunan lingkungan, kebersihan, keamanan dan ketertiban, kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, hingga pemeliharaan hubungan antarwarga.
Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi program kerja yang terukur, melibatkan partisipasi warga, serta menghasilkan manfaat nyata.
Semangat Solid-Speed-Smart menjadi pesan penting bagi kepengurusan baru: solid dalam membangun kebersamaan, cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat, serta cerdas dalam merancang solusi dan mengelola sumber daya lingkungan.
Solidaritas menjadi fondasi, kecepatan menjadi komitmen pelayanan, dan kecerdasan menjadi pendekatan untuk memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, serta berkelanjutan.
Keberhasilan kepemimpinan RW pada akhirnya tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau tersusunnya program kerja, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan warga, menguatnya gotong royong, terjaganya kerukunan, serta terwujudnya lingkungan yang semakin bersih, tertib, aman, indah, dan nyaman untuk seluruh generasi.
WAYANG AJEN JUNIOR: MENGHIDUPKAN TRADISI, MENANAMKAN NILAI, MENYIAPKAN GENERASI
Salah satu penampilan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pertunjukan Wayang Ajen Junior bersama dalang wanita cilik Angelica Sitinjak Ajen, berusia 10 tahun.
Kehadiran dalang muda menjadi gambaran bahwa pelestarian kebudayaan harus berjalan seiring dengan pembinaan dan regenerasi. Tradisi tidak akan bertahan hanya melalui nostalgia atau seremoni, tetapi membutuhkan proses pewarisan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan ruang aktualisasi bagi generasi penerus.
Wayang sebagai seni pertunjukan tradisional memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan moral, memperkenalkan kearifan lokal, serta mengajak masyarakat merenungkan nilai-nilai kehidupan. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang tanggung jawab, keberanian, kejujuran, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, dan konsekuensi dari setiap tindakan.
Penampilan dalang wanita cilik juga membawa pesan penting tentang kesempatan dan regenerasi. Anak-anak dan generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan, serta menampilkan kebudayaan dalam bentuk yang relevan dengan zamannya.
Melalui Wayang Ajen Junior, kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan seni pedalangan kepada masyarakat, membangun apresiasi lintas generasi, serta menegaskan bahwa warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Pelestarian budaya bukan hanya menjaga apa yang diwariskan masa lalu, melainkan memastikan nilai-nilai luhur tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini dan masa depan.
LIMA ATRAKSI, SATU SEMANGAT KEBERSAMAAN
Pesona Harmony Spirit Nusantara 18 menghadirkan rangkaian acara yang memadukan prosesi resmi, seni pertunjukan, hiburan, dan ekspresi budaya dalam satu ruang kebersamaan.
Lima penampilan utama yang disiapkan Sanggar Wayang Ajen Diversity Kota Bekasi, meliputi:
1. Prosesi Budaya, sebagai pembuka yang menghadirkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan.
2. Tari Harmoni Nusantara, yang merepresentasikan keindahan keberagaman budaya Indonesia.
3. Penampilan penyanyi Antika WD, sebagai bagian dari hiburan dan apresiasi seni.
4. Fashion Show Carnival, yang menghadirkan kreativitas, ekspresi artistik, dan daya tarik visual.
5. Pertunjukan Wayang Ajen Junior bersama Dalang Wanita Angelica Sitinjak Ajen (10 tahun), sebagai bentuk pengenalan, pembinaan, dan regenerasi seni tradisional.
Rangkaian tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempertemukan warga dalam suasana akrab, membangun komunikasi antargenerasi, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap seni dan budaya Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.
DARI PANGGUNG BUDAYA MENUJU LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK
Pesona Harmony Spirit Nusantara 18 membawa gagasan bahwa kebudayaan dapat menjadi titik awal bagi gerakan pembangunan lingkungan yang lebih luas.
Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan budaya perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata: menjaga kebersihan bersama, memperindah ruang publik, menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak dan lansia, memperkuat keamanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Lingkungan yang berbudaya bukan semata-mata lingkungan yang sering menggelar pertunjukan seni. Lingkungan yang berbudaya adalah lingkungan yang warganya saling menghormati, menjaga tutur kata dan perilaku, peduli terhadap tetangga, memelihara fasilitas bersama, menjaga dan merawat lingkungan, kelestrian lingkungan, serta menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Demikian pula, kerukunan tidak cukup dimaknai sebagai keadaan tanpa konflik. Kerukunan perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat, sikap saling memahami, keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, dan kesediaan untuk menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.
Penguatan keimanan juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial yang harmonis. Nilai-nilai keagamaan diharapkan mendorong tumbuhnya akhlak yang baik, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan demikian, kehidupan beragama dan kehidupan bermasyarakat dapat saling menguatkan dalam menjaga kedamaian serta persaudaraan.
Dari sinilah kebudayaan, nilai moral, keimanan, dan gotong royong dapat bertemu sebagai fondasi pembangunan lingkungan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang secara sosial.
KEPENGURUSAN BARU DAN TANGGUNG JAWAB KOLEKTIF
Kepengurusan RW 18 Wisma Jaya Periode 2026–2031 dipimpin oleh Yuniar Mustofa sebagai Ketua RW 018.
Susunan pengurus meliputi:
Ketua RW 018
– Yuniar Mustofa
Sekretaris
– Eno Sukarna
– Asep Fuad
Bendahara
– H. Asril
– Dwi Wahyu Proklamawan
Koordinator Bidang
– Pembangunan: Djoko Indratmoko
– Sosial Budaya: Wawan Gunawan Ajen, Hendry Subastian.
– Keamanan dan Ketertiban: H. R. Suhaeri
– Kebersihan dan Lingkungan Hidup: Hamdi Zaenal
– Pemuda dan Olahraga: Joko Prianto
– Umum: Imam Kahar
Pembagian tanggung jawab tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program kerja sesuai kebutuhan masyarakat. Bidang pembangunan, sosial budaya, keamanan, kebersihan, lingkungan hidup, kepemudaan, olahraga, dan urusan umum merupakan unsur yang saling berkaitan dalam membentuk kualitas kehidupan warga.
Keberhasilan seluruh bidang membutuhkan dukungan masyarakat. Pengurus RW bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas kemajuan lingkungan; setiap warga merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan tersebut.
Karena itu, kepengurusan baru diharapkan membuka ruang partisipasi yang luas, mendorong kolaborasi antarkelompok masyarakat, dan mengembangkan program yang menjawab persoalan nyata di lingkungan RW 18.
RW 18: KEREN, BEKEN, PATEN
Slogan “RW 18: KEREN–BEKEN–PATEN” menjadi semangat untuk membangun lingkungan yang memiliki identitas, karakter, dan daya tarik positif.
Keren berarti menghadirkan lingkungan yang tertata, bersih, indah, nyaman, serta mampu mengembangkan gagasan dan kegiatan yang bermanfaat.
Beken berarti membangun reputasi melalui prestasi, solidaritas, pelayanan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Paten berarti meneguhkan komitmen untuk menghadirkan program yang berkualitas, konsisten, dapat dirasakan manfaatnya, dan berkelanjutan.
Slogan tersebut akan memiliki makna yang lebih kuat apabila diwujudkan dalam indikator nyata: meningkatnya partisipasi warga, terpeliharanya kebersihan lingkungan, membaiknya ketertiban, tumbuhnya kegiatan sosial dan budaya, serta semakin kuatnya rasa aman dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan orientasi tersebut, RW 18 diharapkan berkembang bukan hanya menjadi lingkungan tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya solidaritas, kreativitas, pembelajaran, dan kesejahteraan bersama.
DARI RW 18 UNTUK KOTA BEKASI, JAWA BARAT, DAN INDONESIA
Semangat Pesona Harmony Spirit Nusantara 18 juga membawa pesan kebangsaan yang lebih luas: pembangunan Indonesia dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan komunitas yang mampu merawat kebersamaan.
Lingkungan yang harmonis akan memperkuat kehidupan kota. Kota yang maju membutuhkan masyarakat yang peduli. Masyarakat yang peduli tumbuh melalui pendidikan, keteladanan, partisipasi, dan kebudayaan yang hidup di tengah warga.
Dalam semangat tersebut, kegiatan ini menggemakan tiga pesan:
BEKASI KEREN — membangun kota melalui lingkungan yang tertata, warganya peduli, dan masyarakatnya harmonis.
JABAR ISTIMEWA — memperkuat kemajuan Jawa Barat melalui kreativitas, kolaborasi, kebudayaan, dan kualitas kehidupan masyarakat.
INDONESIA BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR — meneguhkan persatuan, keadilan sosial, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesejahteraan bersama.
Pada akhirnya, Pesona Harmony Spirit Nusantara 18 hendak menyampaikan pesan bahwa kebudayaan bukan pelengkap pembangunan. Kebudayaan adalah salah satu kekuatan yang dapat menghidupkan solidaritas, membentuk karakter, memperluas ruang partisipasi, dan memperkuat identitas masyarakat.
Pelantikan pengurus RW menjadi awal amanah dan pengabdian. Panggung budaya menjadi ruang perjumpaan. Gotong royong menjadi cara bekerja. Sementara kerukunan, kebersihan, ketertiban, keindahan, keimanan, dan kesejahteraan menjadi tujuan bersama.
Sebab, lingkungan yang hebat tidak hanya dibangun dengan infrastruktur yang baik, tetapi juga dengan hati yang saling terhubung, budaya yang terus hidup, dan warga yang bersedia bergerak bersama.
PESONA HARMONY SPIRIT NUSANTARA 18
Solid–Speed–Smart
RW 18: KEREN–BEKEN–PATEN
Merawat budaya, memperkuat kerukunan, meneguhkan keimanan, dan membangun lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan.
Penulis:
Dosen Pascasarjana Politrknik Pariwisata NHI Bandung. Sekaligus Pendiri dan Pengasuh Sanggar Wayang Ajen Diversity Kota Bekasi







