
TANAHAIRNEWS.COM, JAKARTA — Light Worker Nusantara (LWN) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) keempat dengan tema “LWN 4 YOU”, Sabtu (24/10).
Acara yang digelar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat ini turut dihadiri H. Hendri Arnis, BSBA, Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sunardjo Sumargono, yang dikenal dengan sebutan Ki Gelo Bejad, pendiri dan pembina Lembaga Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (LPK), Toni Junus, sesepuh Sastrajendra Living Academy (SLA), Ki Saung Rahsa, Ketua Umum FKPPAI, berbagai komunitas spiritual-supranatural, dimeriahkan pula dengan penampilan Layung Jagad.
Perayaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat melalui edukasi, kolaborasi, dan transformasi.
Co-founder LWN sekaligus Kepala Sekolah Indigo School, Nanung atau yang lebih akrab disapa Mas Yus, memaparkan tema “LWN 4 YOU” memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan empat tahun LWN dan kontribusinya bagi masyarakat.
“Kata YOU ditujukan kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi maupun masyarakat yang diharapkan dapat merasakan manfaat dari program-programnya. Tema ini menandai perubahan fokus LWN, dari upaya mengenali identitas dan arah organisasi menjadi pertanyaan yang lebih mendasar, apa yang dapat diberikan kepada orang lain,” ujar pria yang juga aktif mengisi berbagai podcast.
Mas Yus melanjutkan, pertumbuhan organisasi perlu diikuti dengan kontribusi nyata. “Harapan kami bukan sekadar agar LWN semakin dikenal atau semakin besar. Kami ingin LWN semakin berguna,” ujarnya.
Terkait kondisi saat ini, seperti kebakaran hutan, LWN sebisa mungkin akan memberikan kontribusi nyata untuk menjaga lingkungan. Program penanaman pohon menjadi salah satu concern LWN.
“Kita juga prihatin ya atas kebakaran hutan yang terjadi saat ini. Kontribusi kami kedepannya akan terus melakukan kegiatan-kegiatan konservasi alam dan penanaman pohon, kami pikir itu sangat-sangat relevan bagi kondisi sekarang,” tutur Mas Yus.
“Kami juga akan menghimpun lebih banyak lagi komponen-komponen masyarakat, organisasi-organisasi untuk kemudian berkolaborasi bersama-sama dengan kami melakukan tindakan penyelamatan untuk konservasi alam dan mengembalikan hak-hak konservasi alam,” tutur Mas Yus lagi.
Mas Yus mengatakan kalau dari sisi kemanusiaan, LWN akan terus bekerjasama dengan salah satu lembaga sosial bernama Visi Mahakarya untuk membantu teman-teman yang menderita disabilitas dan orang-orang yang membutuhkan. “Bersama-sama kami menyalurkan donasi lewat lembaga Visi Mahakarya itu untuk membantu teman-teman yang membutuhkan”, katanya.
“Selain itu, kami secara konsisten setiap hari Jumat menyalurkan donasi juga untuk program sembako dan Jumat berkah,” tegas Mas Yus.
Dikatakannya, LWN juga menegaskan tiga komitmen utama yang dipegang, yaitu Edukasi untuk membangun pemahaman, Kolaborasi untuk memperluas kerja sama, dan Transformasi untuk mendorong perubahan positif dalam kehidupan manusia.
“Kedepan, LWN berupaya menjadi organisasi yang semakin matang, terbuka, bertanggung jawab, dan bermanfaat,” kata Nanung.
Pengembangan program akan diarahkan pada penguatan pendidikan, termasuk Indigo School, perluasan kolaborasi dengan praktisi dan lembaga, pengenalan budaya serta sejarah Nusantara, layanan konsultasi dan pendampingan sesuai kompetensi praktisi, serta kegiatan sosial, kemanusiaan, dan konservasi alam.

Pencapaian dan Progres
Sejak berdiri tahun 2022, LWN telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan diri, termasuk kelas, seminar, zoominar, serta pembelajaran mengenai spiritualitas, metafisika, pengembangan diri, dan pengetahuan supranatural.
Selain itu, LWN juga mengembangkan Indigo School yang kegiatannya antara lain menyelenggarakan pembelajaran tatap muka seperti Reiki dan Hypnotherapy, serta mengadakan kegiatan lapangan berupa Trip Retrokognisi dan Opening Third Eye. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LWN menyediakan ruang pembelajaran bagi masyarakat.
LWN juga menyelenggarakan Ruwatan Massal pada 2022, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari keterlibatan dalam melestarikan tradisi Nusantara.
Tidak hanya itu, LWN pun ikut berkontribusi melalui bantuan kemanusiaan, bantuan bagi korban gempa Cianjur, dukungan berbuka puasa dan pembangunan masjid, program Bibit untuk Badui, penanaman mangrove, serta Fang sen. Kegiatan-kegiatan tersebut mencerminkan upaya menghubungkan proses pembelajaran dengan kepedulian sosial.
Saat ini LWN ingin membuka lebih banyak ruang bagi anggota, praktisi, dan alumni untuk berkontribusi. Seluruh upaya tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan tetap berpegang pada komitmen Edukasi, Kolaborasi, dan Transformasi.
“Light Worker Nusantara bukan komunitas eksklusif yang hanya menerima orang-orang yang merasa dirinya indigo. Tapi Kami terbuka bagi masyarakat umum untuk bergabung dan belajar bersama kami. Kami terbuka untuk siapapun yang tergerak memberi manfaat melalui pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian,” tutupnya.
Indigo School
Indigo School merupakan bagian yang lahir dari LWN. Indigo School adalah lembaga akademi yang merupakan kelas untuk mempelajari dasar-dasar ilmu supranatural dan spiritual, termasuk juga ilmu-ilmu divinasi seperti Human Design, Astrologi, Numerologi, bahkan Weton.
“Itu yang kami kembangkan sampai sekarang, dan sekarang Indigo School sudah sampai dengan angkatan ke-8. Untuk angkatan ke-9 nanti kami akan menggunakan kurikulum baru lagi,” ujar Nanung.
Sementara itu Coach Tammy, salah satu pengajar Indigo School, melihat value yang dibawa oleh LWN itu ada kesesuaian dengan yang ia miliki. Coach Tammy melihat LWN ini salah satu ladang untuk bisa berbagi ilmu dan membantu orang-orang yang butuh healing.
“Indigo School itu dibangun untuk belajar berbagai aspek. Jadi bukan hanya masalah keindigoan saja. Tapi juga bagaimana seseorang itu bisa menemukan dirinya, dia tahu kelebihan dan kekurangannya, dan dia bisa tahu banyak hal yang mungkin di luaran itu enggak ada yang ngajarin,” ujar Coach Tammy.
“Mungkin di luaran enggak ada yang satu paket komplit. Jadi waktu didirikan Indigo School itu memang kurikulumnya disusun dengan membayangkan bahwa pesertanya ini, dia bertemu dengan dirinya, dia bisa menilai dirinya dulu, baru dia bisa melihat keluar. Di sini belajar baik dari sisi psikologis, dari sisi energi, metafisika, jadi komplit,” tutur Coach Tammy.(*)






